Menyikapi orang yang suka pilih-pilih bergaul dan tidak suka pada kita
Menyikapi orang yang suka pilih-pilih bergaul dan tidak suka pada kita
Penulis : Agung Setiawan, S.Pd
Assalamu'alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmaanirrahiim. Pada kesempatan kali ini, penulis akan menceritakan sebuah kisah yaitu beberapa hari yang lalu ada seorang yang kita sebut saja si A bercerita tentang saudara dari pasangannya yang hanya mau berkunjung ke saudaranya yang berduit. Bahkan nomor Whatsapp nya si A tadi diblokir oleh saudaranya tadi karena si A tadi pernah mengingatkan tentang hal tersebut berkunjung yang pilih- pilih. Oleh karena itu, penulis mencoba untuk memberi judul pada goresan ini dengan nama "menyikapi orang yang suka pilih- pilih saudara dan tidak suka dengan kita."
Memang secara manusiawi, jika kita berada pada posisi si A tadi, pasti merasa kesal. Namun marilah kita mencoba untuk sama- sama belajar bagaimana sikap orang yang beriman dalam menghadapi situasi tersebut, agar hidup ini tidak sia- sia dan bermanfaat. Mengapa tulisan ini diperlukan? karena apabila di kemudian hari ada orang yang mengalami masalah yang sama dengan si A tadi, penulis mungkin bisa membagikan link tulisan ini atau anda sebagai pembaca juga diperkenankan untuk membagikannya.
Cara menyikapi orang yang suka pilih- pilih dalam bergaul dengan saudara, yang banyak sering didatangi sedangkan yang uangnya sedikit dilupakan, yang pertama mari kita lihat dalam Alquran surat Al Baqarah: 83 “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia,” ayat tersebut menjelaskan tentang Akidah dan Akhlak.
Selanjutnya mari kita lihat juga surat Al Baqarah: 45“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu,”. Ketika seseorang berlaku pilih- pilih berarti dia tidak adil. Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula’,” (QS Al-A’raf: 29).
Ketika mengingatkan orang yang keliru, maka kita tetap harus berkata dengan baik, sebagaimana dalam Alqur'an “…Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia,” (QS Al-Baqarah: 83). Begitu pula dengan pasangan, seorang yang beriman harus mempunyai akhlak yang baik sebagaimana dengan hadist Nabi “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya,” (HR At Tirmidzi).
Banyak sekali keutamaan bagi orang yang berakhlak baik yaitu diantaranya adalah sebagaimana hadist Nabi berikut ini “Abu Darda RA berkata: “Aku mendengar Nabi SAW berkata, ‘Tak ada yang lebih berat pada timbangan (mizan, pada hari pembalasan) dari pada akhlak yang baik. Sungguh orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat,” (HR At Tirmidzi).
Sebenarnya masih banyak dalil dalam Alqur'an dan hadist Nabi yang berkenaan dengan cara menyikapi saudara yang suka pilih- pilih dalam bergaul dan yang tidak suka dengan kita. Penulis menyimpulkan bahwa apapun masalah kita dalam kehidupan sehari- hari berhentilah sejenak, lalu kembalilah ke Alqur'an, maka semua problem kita akan segera teratasi. Yang tidak kalah pentingnya adalah pahami tujuan penciptaan kita ini, apa tujuan Allah menciptakan kita sehingga tidak kehilangan arah tujuan. Guru kami Kyai Abdullah (Kyai Alit) berkata " Tujuan kita bukan untuk menyelesaikan masalah, tujuan kita adalah beribadah kepada Allah SWT." Sebagaimana dalam Alqur'an dijelaskan “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56). serta di surat yang lain yaitu "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi... (Al Baqarah: 30 ) ayatnya cukup panjang. Dan masih banyak lagi penjelasan ayat- ayat yang lain yang belum bisa penulis sampaikan pada tulisan ini. Jika kita memahami ini, In Syaa Allah hidup kita akan lebih terarah, tenang dan mendapatkan ridho Allah. Semoga bermanfaat, kita semua selalu dalam lindungan Allah, diberikan terangnya hati, kuatnya iman, rizki yang banyak dan berkah serta anak yang sholich dan sholichah. Aamiin. Alfatikhah.
Referensi:
Alqur'an terjemahan
Hadist
Ngopi bersama Kyai Abdullah

Komentar