Mencari hiburan dalam perspektif Islam
Assalamu'alaikum wr.wb.
Pada tulisan saya kali ini akan membahas tentang mencari hiburan dalam perspektif islam.
Banyaknya kegiatan pada manusia sering membuat jenuh dan tak jarang dari kita untuk mencari hiburan sejenak agar dapat menjalani aktifitas dengan lebih semangat lagi. Bagaimanakah islam memandang sikap yang mencari hiburan tersebut? Simak dengan baik- baik penjelasan di bawah ini.
Hampir diseluruh dunia mulai dari anak kecil sampai orang dewasa tidak bisa terlepas dari yang namanya smartphone( telepon genggam pintar), disitu tersedia banyak sekali platform hiburan, mulai dari whatsapp, IG, Youtube dan lain- lain.
Media dan hiburan dalam islam sebenarnya boleh-boleh saja. Selama media dan hiburan tersebut tidak membuat manusia melakukan maksiat dan tidak melupakan Allah. Apabila manusia mengonsumsi media dan hiburan dengan niat bermaksiat, maka mereka akan memperoleh dosa. Caranya adalah dengan niat menghibur agar terus bisa berbakti kepada Allah.
Sebagaimana hadist Nabi yaitu "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”
Allah berfirman dalam QS. Al-Isra' Ayat 7" Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri."
Saatnya untuk bangkit dan sadar memilih atau mungkin membuat konten- konten yang positif agar hidup ini menjadi terarah dan mendapatkan ridho Allah. Saya berharap agar konten- konten hiburan yang ada mengandung nilai moral yang tinggi(berbau islami). Sehingga semakin meningkatkan keimanan kita kepada Allah dan hidup kita menjadi lebih berkah.
Ketika mencari hiburan di sosial media, maka perlu berhati- hati dengan apa yang kita lihat, Bahwasanya menjaga pandangan adalah lebih suci, lebih baik, serta dapat meningkatkan amal-amal baik. Allah berfirman dalam QS. Annur ayat 30“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”
Dilanjutkan dengan ayat 31. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.
Silahkan apabila berkenan memberikan komentar. Terima kasih.
Semoga bermanfaat.
Penulis: Agung Setiawan, S.Pd
Referensi:
Alqur'an
Riyadush Sholikhin

Komentar